
Monday, 30 November 2015
Kali ini saya membuat sebuah logo untuk mengikuti IDFM Logo Contest yang diadakan oleh Football Manager Indonesia. Saya mohon doa dan dukungannya agar bisa terpilih :D
Untuk logo Football Manager Indonesia ini saya membuat logo dengan bentuk lingkaran yang mewakili bumi sebagai gambaran bahwa penggemar FM berasal dari seluruh dunia. Perisai yang ada di dalam logo menggambarkan keinginan para anggota IDFM untuk menjaga nama baik komunitas dan juga bangsa Indonesia. Burung Garuda di dalam perisai menggambarkan lambang negara RI. Kepala menengok ke kanan yang menggambarkan pandangan kita yang selalu positif. Panah berwarna merah putih menggambarkan bendera RI "Sang Saka Merah Putih", merah berarti berani dan putih berarti suci. Bola menunjukkan bahwa FM merupakan sebuah game yang berhubungan dengan olahraga paling populer di seluruh dunia yaitu sepak bola. Saya membuat logo dengan 3 versi

Sunday, 29 November 2015
Kali ini saya membuat desain logo untuk klub sepak bola yang berbasis di tempat ibu saya lahir, yaitu Persigar Kabupaten Garut. Persigar dibentuk pada 28 September 1949 yang berasal dari kota Garut dan bermarkas di Stadion Jayaraga. Era keemasan Persigar yaitu hingga sekarang pemain dari Kabupaten Garut selalu menjadi incaran klub luar. Mulai era pemain 1960-an, berlanjut ke era 1980-an semisal Adeng Hudaya, Uut Kuswendi yang bermain di Tim Nasional dan Persib Bandung, atau pemain sekarang era Zaenal Arief, Johan Juansyah, Rudi Geovani, dan lainnya. Bagi pelaku sejarah sepak bola di Garut, hal itu wajar-wajar saja. Pada 1960-an prestasi sepak bola Garut atau Persigar sempat mengharumkan Jawa Barat. Kala itu, Persigar tinggal satu langkah lagi masuk ke Divisi Utama Perserikatan Nasional. Sayangnya dewi fortuna belum berpihak ke kabupaten yang kini masuk kategori daerah tertinggal tersebut. pada Tahun 1968 Persigar yang diperkuat oleh Dadeng Sukardi, Anton, Syamsi, Toto Rach-mat, Dindin, Masdar, dan lainnya, dikalahkan PSP Padang dengan skor tipis 1-2. “Saat itu Persigar gagal ke Divisi Utama. Yang Dulu bergulir Masih Perserikatan,yang Waktu itu Persigar sangat ditakuti tim lain,” mengenang. Prestasi serupa nyaris dialami Persigar tahun 2002 saat Garut di pimpin oleh bupati kharismatik, H. Dede Satibi. Data yang dihimpun “KP”, pada tahun itu Persigar dilatih (Alm.) Dede Irawan.Yang diperkuat oleh Agus Kurnia (Pelatih Persigar saat ini), Edi Hafid Murtado (kini pemain Pelita Bandung Raya, dan beberapa pemain lainnya.Dan pada babak penyisihan pun Persigar sempat mengalahkan tim Persibo Bojonegoro yang kini masuk Liga Primer Indonesia (IPL), lalu Persiba Bantul, dan PS Madiun yang kini masuk Divisi Utama. “Namun Lagi-Lagi Persigar gagal di Binjai, Sumatra. Yang di sayang kan Persigar gagal karena masalah teknis. Tak hanya di lapangan melainkan di luar lapangan pula,” Pada tahun 1998 Persigar Senior lolos promosi ke Divisi I .



Logo ini menggunakan warna dominan biru. Warna biru diambil dari warna langit yang ada di lambang Kabupaten Garut. Bentuk perisai bagian atas menggambarkan 5 puncak gunung yang ada di Garut, Gn.Talagabodas, Gn.Cakrabuana, Gn.Cikuray, Gn.Papandayan, dan Gn.Guntur. Tiga garis gelombang berwarna biru menggambarkan jumlah sungai yang ada di Kabupaten Garut. Dan 2 garis gelombang tebal berwarna putih menggambarkan pantai selatan Garut yang berbatasan dengan samudera Indonesia yang terkenal akan ombaknya yang sangat besar.
Saturday, 28 November 2015
Kali ini saya membuat logo untuk sebuah tim yang berasal dari daerah tempat saya tinggal, yaitu PSKC Kota Cimahi.



Logo ini terinspirasi dari beberapa bagian logo kota Cimahi. Untuk perisai, bentuk bagian atas diambil dari pilar bangun berwarna hijau. Bagian bawah logo berbentuk V yang memiliki makna Victory dengan warna yang diambil dari warna air yang terdapat pada logo kota Cimahi.
Saya membuat logo ini dengan harapan dunia persepakbolaan di Indonesia khususnya di Cimahi bisa lebih maju lagi dari saat ini. Pada saat ini sepakbola kota Cimahi tengah terpuruk, apalagi saat ini di Cimahi sendiri sudah tidak ada lapangan sepakbola yang layak pakai. Stadion Sangkuriang yang pernah menjadi markas PSKC saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan karena tidak terawat. Padahal saya pikir bahwa di kota Cimahi memiliki banyak potensi pemain-pemain berbakat yang bisa memajukan sepak bola Cimahi.
Thursday, 26 November 2015
Like and Comment : Beşiktaş Crest by Alakazzam
Kali ini saya membuat logo tim untuk Beşiktaş. Saya membuat ini untuk mengikuti kompetisi di Designfootball.com.
Besiktas Jimnastik Kulübü (Indonesia: Klub Gimnastik Besiktas) adalah sebuah klub olahraga Turki. Tim sepak bola klub ini adalah salah satu tim terbesar di Turki. Klub olahraga profesional didirikan pada tahun 1903 di distrik Besiktas di Istanbul, Turki. Klub ini adalah klub olahraga pertama di Turki.
Klub ini mempunyai cabang di banyak cabang olahraga termasuk sepak bola, bola basket, bola voli, bola tangan, atletik, tinju, gulat, catur, bridge, senam, dayung, tenis meja, Paralimpik dan sepak bola pantai.
Kandang Besiktas adalah BJK Inonu Stadium dengan kapasitas 32.145 tempat duduk. Klub terakhir kali memenangkan Liga Super Turki pada musim 2008-2009, juga mencatatkan raihan gelar ganda setelah memenangi Piala Turki. Selain itu, Besiktas JK adalah tim Turki paling sukses di koefisien UEFA.
Klub ini memiliki rivalitas tradisional dengan Fenerbahce dan Galatasaray.
Kali ini saya membuat logo tim untuk Beşiktaş. Saya membuat ini untuk mengikuti kompetisi di Designfootball.com.
Klub ini mempunyai cabang di banyak cabang olahraga termasuk sepak bola, bola basket, bola voli, bola tangan, atletik, tinju, gulat, catur, bridge, senam, dayung, tenis meja, Paralimpik dan sepak bola pantai.
Kandang Besiktas adalah BJK Inonu Stadium dengan kapasitas 32.145 tempat duduk. Klub terakhir kali memenangkan Liga Super Turki pada musim 2008-2009, juga mencatatkan raihan gelar ganda setelah memenangi Piala Turki. Selain itu, Besiktas JK adalah tim Turki paling sukses di koefisien UEFA.
Klub ini memiliki rivalitas tradisional dengan Fenerbahce dan Galatasaray.

Wednesday, 25 November 2015
Saturday, 21 November 2015
Kali ini saya membuat desain jersey untuk klub Vitesse Arnhem. Saya menggunakan logo klub buatan saya yang saya post pada posting sebelumnya disini.
Jersey away menggunakan template Kazzam Inferno. Baju menggunakan warna dasar kuning dengan motif garis vertikal berwarna hitam. Celana dan kaos kaki berwarna putih. Kerah yang digunakan adalah kerah berbentuk V berwarna putih.
Jersey away menggunakan template Kazzam Polo. Menggunakan warna dasar baju putih dengan tambahan motif diagonal berwarna hitam kuning. Celana menggunakan warna kuning dan kaos kaki menggunakan warna putih. Kerah yang digunakan adalah kerah polo berwarna hitam.
Kali ini saya membuat desain jersey untuk tim kebanggan saya, Persib Bandung.

Jersey home menggunakan warna dasar biru dengan tambahan warna putih pada ujung tangan dengan garis tipis berwarna merah. Pada bagian depan baju terdapat motif garis horizontal. Kerah menggunakan kerah berbentuk V dengan lubang leher berbentuk lingkaran. Kaos Kaki menggunakan warna putih.

Jersey away menggunakan warna putih pada baju dan celana. Sedangkan untuk kaos kaki menggunakan warna biru. Menggunakan baju berkerah dengan kerah berwarna biru. Pada bagian depan baju terdapat motif diagonal yang unik.

Untuk jersey ketiga menggunakan warna hitam pada seluruh bagiannya. Motif yang terdapat pada baju ini sama seperti yang terdapat pada jersey away. Kerah menggunakan kerah lingkaran yang simpel.



Untuk jersey kiper menggunakan tiga jenis warna yang berbeda, warna merah, hitam, dan hijau cerah. Pada bagian depan baju terdapat motif V yang dibentuk secara gradasi.
Friday, 20 November 2015
Like and Comment : Vitesse Arnhem Crest by Alakazzam
Kali ini saya membuat logo tim untuk Vitesse Arnhem. Saya membuat ini untuk mengikuti kompetisi di Designfootball.com.
Stichting Betaald Voetbal Vitesse atau lebih dikenal sebagai Vitesse Arnhem adalah klub sepak bola Belanda yang berbasis di kota Arnhem. Selama berkarier di kompetisi sepak bola Belanda, klub ini belum pernah sekalipun mengecap prestasi yang membanggakan. Vitesse merupakan klub Belanda pertama dengan pemilik dan ketua orang asing sejak seorang mantan pemain sepak bola asal Georgia yang kini menjadi pengusaha, Merab Jordania menjadi pemilik dan ketua klub ini.
Kali ini saya membuat logo tim untuk Vitesse Arnhem. Saya membuat ini untuk mengikuti kompetisi di Designfootball.com.
Stichting Betaald Voetbal Vitesse atau lebih dikenal sebagai Vitesse Arnhem adalah klub sepak bola Belanda yang berbasis di kota Arnhem. Selama berkarier di kompetisi sepak bola Belanda, klub ini belum pernah sekalipun mengecap prestasi yang membanggakan. Vitesse merupakan klub Belanda pertama dengan pemilik dan ketua orang asing sejak seorang mantan pemain sepak bola asal Georgia yang kini menjadi pengusaha, Merab Jordania menjadi pemilik dan ketua klub ini.

Sunday, 15 November 2015
Kali ini saya membuat desain jersey untuk klub Consadole Sapporo. Consadole Sapporo (コンサドーレ札幌 Konsadōre Sapporo?) adalah klub sepak bola profesional Jepang yang saat ini bermain di kompetisi Divisi 2 J.League. Klub ini bermarkas di Sapporo, kepulauan Hokkaido. Nama "Consadole" dipilih dari proposal-proposal yang dikirimkan warga Sapporo. Nama ini merupakan perpaduan dari kata consado, pembalikan kata dalam bahasa Jepang Dosanko (道産子?, yang artinya "kelahiran Hokkaido") dan seruan dalam bahasa Spanyol Ole. Berbeda dengan klub sepak bola Jepang kebanyakan, kandang Consadole di Stadion Sapporo Dome juga digunakan oleh klub bisbol Hokkaido Nippon-Ham Fighters sehingga pertandingan kandang biasanya dipindahkan ke Stadion Atsubetsu Park Sapporo.
Jersey home ini menggunakan warna dasar hitam dengan tambahan garis vertikal berwara merah dan juga garis putih pada tangan. Kerah menggunakan kerah berbentuk V. Celana dan kaos kaki menggunakan warna hitam dengan tambahan warna merah.
Jersey away menggunakan warna putih pada baju, celana, dan kaos kaki. Pada bagian depan baju terdapat grafik diagonal yang diambil dari logo tim. Kerah menggunakan round collar berwarna hitam dengan garis tipis berwarna putih.























